FAKTOR PENENTU DAN PERJALANAN ALAMIAH DIABETES MELLITUS


FAKTOR PENENTU DAN PERJALANAN ALAMIAH
DIABETES MELLITUS 
  1. Penjamu / Host
Faktor yang terkena atau terinfeksi penyakit. Diabetes mellitus dapat menyerang manusia dan hewan. Pada manusia, tingkat kejadian akan lebih tinggi pada individu yang mempunyai riwayat keturunan, dan individu yang memiliki berat badan berlebih.
Sedangkan pada hewan yang dapat menderita diabetes mellitus contohnya kucing, anjing, kelinci, dan lainnya. Perjalanan sakitnya kurang lebih sama dengan yang dialami oleh manusia.

  1. Agent
Agent adalah faktor yang menyebabkan penyakit. Diabetes mellitus bukan penyakit menular yang disebabkan oleh satu agent yang pasti. Yang dapat menyebabkan diabetes mellitus antara lain:
  • Pola atau kebiasaan buruk individu
Kebiasaan buruk yang dimaksud misalnya kesalahan terhadap konsumsi makanan atau minuman, keadaan ini menimbulkan ketidakseimbangan gizi dan beresiko obesitas. Kebiasaan lainnya karena kurangnya aktivitas fisik atau tidak berolah raga, hal ini membuat kadar gula dalam darah tetap karena tidak diubah menjadi energi.
  • Gangguan pankreas maupun resistiensi insulin
Gangguan pankreas dimana pankreas tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengubah glukosa menjadi energi. Kerusakan pankreas bisa saja karena adanya virus yang mempengaruhi dan merusak sel – sel beta pada pankreas yang berfungsi untuk menghaslikan insulin. Virus yang diduga adalah Rubella, Coxsackievirus B. Gangguan ini biasanya bersifat bawaan dan akan diturunkan dari orang tua kepada anaknya. Resistensi insulin dapat terjadi dimana konsentrasi insulin dalam tubuh yang sangat tinggi namun tubuh tidak memberikan respon yang semestinya terhadap kerja insulin, sehingga seakan – akan tubuh kekurangan insulin. Resistensi insulin terjadi karena kelainan insulin, dan biasanya keadaan ini bukan sifat bawaan dari orang tua melainkan lebih sering terjadi akibat obesitas dan bisa juga karena pengaruh dari obat – obatan yang memicu penurunan sistem kerja insulin. Obat yang diduga dapat memicu diabetes mellitus Pentamidin dan Vacor atau obat racun tikus.

  1. Lingkungan
Kejadian diabetes mellitus lebih tinggi dialami oleh individu yang berasal dari kondisi sosial ekonomi yang baik. Hal ini kemungkinan dikaitkan juga dengan obesitas yang terjadi karena ketidakseimbangan gizi. Prevalensi yang tinggi juga ditunjukkan oleh penderita wanita dari pada pria, dan komplikasi lebih sering terjadi pada penderita usia dewasa dari pada anak – anak.
Faktor kebudayaan juga dapat memicu timbulnya diabetes seperti pada budaya timur yang cenderung banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi yang dapat menaikkan kadar gula darah seseorang.

Diabetes mellitus (DM) yang sering dikenal dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit metabolik yang dapat disebabkan oleh banyak faktor. Gangguan metabolisme ini dapat dikarenakan kurangnya jumlah insulin dalam darah (defisiensi insulin) atau karena kerja insulin yang tidak optimal (resistensi insulin).  Hormon insulin sangat berfungsi dalam tubuh manusia untuk menurunkan kadar gula dalam darah, dengan membuat agar gula berpindah ke sel yang selanjutnya akan diubah menjadi energi atau disimpan sebagai cadangan energi.
Klasifikasi diabetes mellitus adalah diabetes mellitus tipe 1, tipe 2, dan tipe lainnya. Selain itu juga terdapat diabetes gastisional atau diabetes yang dialami pada masa kehamilan. Orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini umumnya adalah mereka yang mempuyai riwayat penyakit di keluarganya karena diabetes merupakan penyakit genetik (bersifat keturunan). Resiko terberat juga pada mereka yang tidak memperhatikan pola makan gizi seimbang, mengalami obesitas sehingga dapat berisiko terkena diabetes mellitus tipe 2.
Keberhasilan pengobatan sangat berdampak pada faktor ekonomi pasien. Hal ini dikarenakan pembiayaan yang mahal dan bersifat berkelanjutan, sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan hanya satu atau dua kali melainkan harus terus menerus melakukan kontrol gula darah. Peningkatan jumlah pasien yang terkena diabetes terjadi setiap tahun dan lebih sering ditemukan pada usia produktif dari pada usia anak-anak. Sementara pada usia dewasa resiko terjadinya komplikasi sangat besar, membuat pasien yang berada dalam usia produktif kehilangan pendapatannya dan bisa saja menghambat pengobatan atau terapi yang sedang dia jalani.
Pengobatan dan pengawasan terhadap penyakit ini memang tidak mudah dan tidak murah. Dampak ekonomi sangat jelas terlihat dalam pembiayaan pengobatan. Tidak hanya pada masyarakat miskin atau yang kurang mampu, dampak ekonomi juga terlihat pada pasien yang masih di usia produktif yang kehilangan sumber pendapatan karena komplikasi yang ditimbulkan penyakit ini, misalnya kebutaan dan penyakit vaskular yang dapat terjadi.
Daftar Pustaka

Schteingart, David. E: Patofisiologi Penyakit;1997
 www.rumahdiabetesindonesia.org (dilihat, 29 September 2012)
www.blog-epidemipenyakit.org (dilihat, 29 September 2012)
www.patofisiologipenyakit.com (dilihat, 30 September 2012)
www.blogspot-kesehatannasional.com (dilihat, 30 September 2012)


Komentar

Posting Komentar