FAKTOR PENENTU DAN PERJALANAN ALAMIAH DIABETES MELLITUS
FAKTOR
PENENTU DAN PERJALANAN ALAMIAH
DIABETES
MELLITUS
- Penjamu / Host
Faktor yang terkena atau terinfeksi
penyakit. Diabetes mellitus dapat menyerang manusia dan hewan. Pada manusia,
tingkat kejadian akan lebih tinggi pada individu yang mempunyai riwayat
keturunan, dan individu yang memiliki berat badan berlebih.
Sedangkan pada hewan yang dapat
menderita diabetes mellitus contohnya kucing, anjing, kelinci, dan lainnya.
Perjalanan sakitnya kurang lebih sama dengan yang dialami oleh manusia.
- Agent
Agent adalah faktor yang menyebabkan penyakit. Diabetes mellitus
bukan penyakit menular yang disebabkan oleh satu agent yang pasti. Yang
dapat menyebabkan diabetes mellitus antara lain:
- Pola atau kebiasaan buruk individu
Kebiasaan buruk yang dimaksud
misalnya kesalahan terhadap konsumsi makanan atau minuman, keadaan ini
menimbulkan ketidakseimbangan gizi dan beresiko obesitas. Kebiasaan lainnya
karena kurangnya aktivitas fisik atau tidak berolah raga, hal ini membuat kadar
gula dalam darah tetap karena tidak diubah menjadi energi.
- Gangguan pankreas maupun resistiensi insulin
Gangguan pankreas dimana pankreas
tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengubah glukosa menjadi
energi. Kerusakan pankreas bisa saja karena adanya virus yang mempengaruhi dan
merusak sel – sel beta pada pankreas yang berfungsi untuk menghaslikan insulin.
Virus yang diduga adalah Rubella, Coxsackievirus B. Gangguan ini
biasanya bersifat bawaan dan akan diturunkan dari orang tua kepada anaknya.
Resistensi insulin dapat terjadi dimana konsentrasi insulin dalam tubuh yang
sangat tinggi namun tubuh tidak memberikan respon yang semestinya terhadap
kerja insulin, sehingga seakan – akan tubuh kekurangan insulin. Resistensi
insulin terjadi karena kelainan insulin, dan biasanya keadaan ini bukan sifat
bawaan dari orang tua melainkan lebih sering terjadi akibat obesitas dan bisa
juga karena pengaruh dari obat – obatan yang memicu penurunan sistem kerja
insulin. Obat yang diduga dapat memicu diabetes mellitus Pentamidin dan Vacor
atau obat racun tikus.
- Lingkungan
Kejadian diabetes mellitus lebih
tinggi dialami oleh individu yang berasal dari kondisi sosial ekonomi yang
baik. Hal ini kemungkinan dikaitkan juga dengan obesitas yang terjadi karena
ketidakseimbangan gizi. Prevalensi yang tinggi juga ditunjukkan oleh penderita
wanita dari pada pria, dan komplikasi lebih sering terjadi pada penderita usia
dewasa dari pada anak – anak.
Faktor kebudayaan juga dapat memicu
timbulnya diabetes seperti pada budaya timur yang cenderung banyak mengonsumsi
makanan berkarbohidrat tinggi yang dapat menaikkan kadar gula darah seseorang.
Diabetes mellitus (DM) yang sering
dikenal dengan penyakit kencing manis merupakan penyakit metabolik yang dapat
disebabkan oleh banyak faktor. Gangguan metabolisme ini dapat dikarenakan
kurangnya jumlah insulin dalam darah (defisiensi insulin) atau karena kerja
insulin yang tidak optimal (resistensi insulin). Hormon insulin sangat
berfungsi dalam tubuh manusia untuk menurunkan kadar gula dalam darah, dengan
membuat agar gula berpindah ke sel yang selanjutnya akan diubah menjadi energi
atau disimpan sebagai cadangan energi.
Klasifikasi diabetes mellitus adalah
diabetes mellitus tipe 1, tipe 2, dan tipe lainnya. Selain itu juga terdapat
diabetes gastisional atau diabetes yang dialami pada masa kehamilan.
Orang-orang yang berisiko terkena penyakit ini umumnya adalah mereka yang
mempuyai riwayat penyakit di keluarganya karena diabetes merupakan penyakit
genetik (bersifat keturunan). Resiko terberat juga pada mereka yang tidak
memperhatikan pola makan gizi seimbang, mengalami obesitas sehingga dapat
berisiko terkena diabetes mellitus tipe 2.
Keberhasilan pengobatan sangat
berdampak pada faktor ekonomi pasien. Hal ini dikarenakan pembiayaan yang mahal
dan bersifat berkelanjutan, sehingga pemeriksaan tidak dapat dilakukan hanya
satu atau dua kali melainkan harus terus menerus melakukan kontrol gula darah.
Peningkatan jumlah pasien yang terkena diabetes terjadi setiap tahun dan lebih
sering ditemukan pada usia produktif dari pada usia anak-anak. Sementara pada
usia dewasa resiko terjadinya komplikasi sangat besar, membuat pasien yang
berada dalam usia produktif kehilangan pendapatannya dan bisa saja menghambat
pengobatan atau terapi yang sedang dia jalani.
Pengobatan dan pengawasan terhadap
penyakit ini memang tidak mudah dan tidak murah. Dampak ekonomi sangat jelas
terlihat dalam pembiayaan pengobatan. Tidak hanya pada masyarakat miskin atau
yang kurang mampu, dampak ekonomi juga terlihat pada pasien yang masih di usia
produktif yang kehilangan sumber pendapatan karena komplikasi yang ditimbulkan
penyakit ini, misalnya kebutaan dan penyakit vaskular yang dapat terjadi.
Daftar Pustaka
Schteingart, David. E: Patofisiologi
Penyakit;1997
www.rumahdiabetesindonesia.org
(dilihat, 29 September 2012)
www.blog-epidemipenyakit.org
(dilihat, 29 September 2012)
www.patofisiologipenyakit.com
(dilihat, 30 September 2012)
www.blogspot-kesehatannasional.com
(dilihat, 30 September 2012)
www.who”Definition,diagnosisandclasificationofdiabetesmellitus&itscomplication”.co.id
(dilihat, 1 Oktober 2012)
Muantapp jiwaa, sangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusSangat bermanfaat
BalasHapusMantap sist,sangat bermanfaat
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusBermanfaat sekali
BalasHapusMakasih infonya.. Sangat membantu..
BalasHapusTerimakasih infonya, sangat bermanfaat sekali
BalasHapusTerimakasih infonya, bermanfaat sekali ...
BalasHapusSangat bermafaat
BalasHapusTerimakasih sis.. sangat bermanfaat
BalasHapusKeren
BalasHapusTerimakasih kak:)
BalasHapus